|
Sinopsis Buku: Juki Ardi Jemilah adalah gadis SMP kelas 2 di pedalaman Pacitan, Jawa Timur.
Dia dipaksa kawin oleh keluarganya dengan orang sedaerah yang sudah menjadi tokoh di ibu kota Jakarta. Dia dikawinkan dengan Haryanto dan diboyong ke Jakarta. Beberapa bulan dia tinggal di Jakarta meletuslah G30S pada 1 Oktober 1965. Peristiwa dimulai dengan penculikan beberapa jenderal Angkatan Darat yang kemudian dibunuh dan mayatnya dibuang di Lubang Buaya. Peristiwa berkembang cepat. Haryanto yang ternyata tokoh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang berafiliasi pada PKI mulai terancam jiwanya dan harus menyelamatkan diri. Dalam keadaan terpaksa ia meminta Jemilah pulang kampung. Tapi, belum sampai di terminal bus, Jemilah sudah tertangkap oleh segerombolan militer yang mencari anggota Pemuda Rakyat (PR) bernama Jamilah Atika. Jemilah tak tahu apa-apa soal itu. Maka, ia dengan berani menyatakan dirinya bukan Jamilah Atika, dan tidak tahu apa-apa tentang hal yang dituduhkan kepadanya. Tetapi militer tidak mau tahu. Jemilah dihajar dan barang-barangnya dirampas. "Untung" patroli Korps Komando Operasi (KKO) menyelamatknnya dan membawanya ke kantor Komando Operasi Tertinggi (KOTI). Tapi di situ ia justru secara resmi dituduh sebagai Jamilah Atika, dihajar habis-habisan, dan dipaksa menandatangani proses-verbal sebagai Jamilah Atika. Sekali lagi dengan berani dan sadar ia menolak paksaan tersebut. Bagaimana nasibnya selanjutnya? Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |