|
Sinopsis Buku: HUTAN TROPIS INDONESIA merupakan yang terbesar ke-3 di dunia setelah Brazil dan Kongo. Hutan yang sama berpotensi menyumbangkan emisi gas rumah kaca yang juga besar. Sumber emisi karbon terbesar di Indonesia berasal dari kebakaran hutan dan gambut, pembalakan liar, serta perubahan tata guna hutan dan gambut. Buku ini ditulis oleh Agus Purnomo, Staf Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim, dan memaparkan nilai penting Instruksi Presiden No. 10 Tahun 2011 tentang moratorium hutan alam primer dan lahan gambut. Dengan gaya penulisan mirip catatan harian, dipaparkan pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut serta proses terwujudnya kerja sama REDD+ antara Indonesia dan Norwegia. Buku ini patut dibaca oleh para pengambil kebijakan di bidang lingkungan, aktivis dan lembaga swadaya bidang lingkungan, ilmuwan, dan pemerhati lingkungan. "Catatan ini merupakan kombinasi antara ekspresi intelektual penulis, sikap seorang pembantu Presiden, dan pelaku sejarah dalam berbagai perundingan internasional. Catatan ini penting untuk dibaca oleh siapapun yang peduli terhadap perlindungan ekosistem hutan kita." - Kuntoro Mangkusubroto, Ketua Satgas REDD+ "Beberapa dekade lalu, lingkungan hidup sering dianggap sebagai tanggung jawab pemerintah dan perusahaan. Kini, lingkungan hidup adalah tanggung jawab semua orang." - Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina "Kebesaran sebuah negara ditilik dari bagaimana cara kita menghargai dan menjaga lingkungan alam sekitar." - Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia 2005 dan Penggiat Lingkungan "Catatan ini memberi gambaran bahwa memperjuangkan pelestarian hutan untuk kepentingan dunia bukanlah perkara enteng. Pertarungan, diplomasi dan negosiasi benar-benar sedang dalam kancah perjuangan." - Fachruddin Mangunjaya, Penulis dan Aktivis Konservasi Lingkungan Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |