|
21. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** Buku ini merupakan jilid ke-empat dari seri kronik tentang Revolusi Indonesia, 1945-1949. Seri ini dirancang untuk meliput semua peristiwa yang menjadi berita pada 5 tahun pertama Indonesia merdeka. Itu berarti tidak hanya peristiwa politik dan militer, tetapi juga ekonomi, hukum, pendidikan, ilmu ... [selengkapnya]
|
|
22. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** Roman ini merekam dengan elegan golak revolusi Indonesia pascaproklamasi. Tapi bukan dari optik "orang-orang besar dan orangp-orang tua", melainkan seorang perempuan. Larasati namanya. Seorang aktris panggung bintang film yang cantik. Dari kidah perjalanan perempuan inilah melela sebuah potret ... [selengkapnya]
|
|
23. | 
| | Mangir - Soft Cover - 2011-07-00 (Cetak Ulang Cover Baru) oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** Setelah Majapahit runtuh pada 1527. Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebar praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus-menerus menjadi untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik dibidang sastra, musik, dan arsitektur ... [selengkapnya]
|
|
24. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** [selengkapnya]
|
|
25. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** [selengkapnya]
|
|
26. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** Biografi ini mengajak mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. Coba singkirkan kenangan itu dan alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena ... [selengkapnya]
|
|
27. | 
| | *cetak ulang cover baru oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print ***
[selengkapnya]
|
|
28. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** [selengkapnya]
|
|
29. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini.
Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada ... [selengkapnya]
|
|
30. | 
| | oleh Pramoedya Ananta Toer *** Out of Print *** [selengkapnya]
|
|