|
Sinopsis Buku: Terlahir sebagai wanita, apalagi muslimah, sungguh merupakan suatu anugerah tiada tara indah dan mulianya di sisi Allah. Karena, secara teologis, Islam sama sekali tak pernah mengabarkan ke-muliaan pada satu jenis kelamin (pria) dengan merendahkan jenis kelamin lainnya (wanita). Dalam sebuah firman-Nya, �Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma�ruf dan mencegah dari (mengerjakan) yang munkar.� (QS. at-Taubah: 71). Sehingga, secara kodrati, wanita sama sekali tak punya alasan untuk menyesalkan kelahirannya sebagai wanita....
Justru dalam banyak catatan sejarah, wanita telah mengukirkan jati dirinya sebagai penentu laju kejayaan suatu bangsa atau kelompok. Rasulullah Saw. sangat terbantu oleh pengorbanan besar Siti Khadijah pada awal dakwah kenabiannya; Napoleon Bonaparte sangat terinspirasi oleh figur Eva Brown; Alexander The Great tertekuk di kaki Cleopatra; hingga Soeharto pernah menjadi orang besar di negeri ini lantaran peran hebat istrinya. Sekelumit fakta membanggakan tersebut sungguh sama sekali tak layak dijadikan alasan oleh kaum Hawa untuk menyesalkan fitrah jenis kelaminnya sebagai wanita.... Buku karya pemikir besar Islam kontemporer ini, Dr. Yusuf al-Qardlawi, menghadirkan refleksi kritis pembangun jiwa, khususnya bagi para wanita muslimah, mulai dari aspek penciptaannya, spiritualitasnya, hingga peran sosialnya. Buku ini menerbitkan kekuatan iman di hati bagi para wanita muslimah agar selalu bangga, optimis, dan kokoh dalam mementaskan ekspresi kepribadiannya. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |