|
Sinopsis Buku: Ngobrol tentang SEX, bisa tambah seru kalau disambi dengan ngemil COOKIES. Bahkan COOKIES yang dicemil menjadi begitu nikmat, sehinga ngemil dan ngemil lagi. Padahal bisa jadi, topik obrolan itulah yang mengundang selera.Seperti COOKIES yang kadang terasa manis, pahit, atau hambar, begitupun SEX dapat terasa atau terdengar dalam berbagai tingkat kondisi emosi yang melakukannya atau yang membicarakannya. SEX bukan hanya BERSETUBUH. Filosofi SEX membuka tabir kelahiran, perkawinan, pencegahan, kesetiaan, penghianatan, kebebasan, rayuan, pelacuran, kegamangan identitas, ego, siksaan, pelecehan, pornografi, kemanusiaan dan kebinatangan. Obligasi moral dan etika mungkin dapat menutupi SEX. Tapi filosofi yang ada pada mata rantai SEX, akan terpendam menumpuk hingga menjadi letupan gunung berapi.Cerita di dalam buku ini, bukan khayalan. Memang terjadi. Tergantung dari sudut mana Anda ingin membacanya. Dari obligasi moral dan etika atau filosofinya. Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: Ina Supria Ridha Buku ini keren, bikin pikiran sempit terbuka dan gaya bahasa bikin gue ngerasa kalau gue juga ada disana. sumpah! ![]()
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |