|
Sinopsis Buku: Somalia benar-benar negeri yang terperangkap.... Terjerat dalam bencah darah dan air mata. Tersisih dari liputan berita dan beragam media. Lambat laun mereka kian terasing dan terlupa. Dunia separuh neraka itu tidak menyurutkan tekat Ashraf, alumnus Sudan dan Australia. Berbekal modal orang tuanya, Ashraf melompat ke tengah-tengah derai air mata dari ujung Sumatera menuju Tanduk Afrika, Somalia. Berkelana dalam gulungan debu dan desing peluru. Abai pada gunung emas dan sensual hidup yang semu. Akankah Zamerah dapat lolos dengan selamat? Dapatkah mereka semua keluar dari Mogadishu, kota paling berbahaya di dunia itu dengan selamat? Siapakah Meutia, otak dibalik senarai target yang bakal ditempuh? Bagaimana kehidupan Ashraf, Zamerah, dan Meutia selanjutnya? Ikuti petualangan mereka dengan sentuhan cinta Isiami. Kenali ranah Somalia dengan mata telanjangi Temukan makna kesyukuran, kesetiaan, ringan tangan, perjuangan, pengabdian, dan penantian cinta. Kita tak dapat mengubah masa lalu, namun kita bersinergi menciptakan masa depan yang baru, yang lebih baik yang mengacu pada kedamaian dalam naungan Tuhan yang satu. “Seharusnya menjadi titik balik bagi jiwa-jiwa yang ingin merasakan kcmbali bahagia dalam scgala kesukaran, cinta dalam ancaman kematian, berani dalam jaratan kctakutan dan kemarahan. Novel ini mengantarkan Somalia dekat dengan kita, sedckat hclaan napas panjang kita yang seharusnya belajar untuk peduli kepada sesama. Mengagumkan! (R.H Fitriadi, Penulis Novel Palestine “The Gate of Heaven ”) “Love in Somalia melemparAnda ke satu lingkar suaka kekerasan dan tempatyangAnda tidak ingin bermimpi berada di sana, lalu menjelajah Somalia, tetitoriyang belumpernah dipetakan dalam literatur cerita kontemporer kita, (Reza Idria, Penyair Aceh, Dosen IAIN Ar Raniry) Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |